Sabtu, 16 April 2016

Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup

Peta Konsep

A. Pengertian Kelangsungan Hidup
A. Adaptasi
1. Pengertian
Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Ada beberapa cara penyesuaian diri yang dapat dilakukan, yaitu dengan cara penyesuaian bentuk organ tubuh, penyesuaian kerja organ tubuh, dan tingkah laku dalam menanggapi perubahan lingkungan. Dari pengertian adaptasi tersebut, ada tiga macam bentuk adaptasi, yaitu:
a. adaptasi fisiologi
b. adaptasi tingkah laku,
c. adaptasi morfologi.
Adaptasi terlihat dari adanya perubahan bentuk luar atau dalam suatu makhluk hidup sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan tempat hidupnya. Perubahan ini bersifat tetap dan khas untuk setiap jenis sehingga bisa diwariskan kepada keturunannya.

2. Jenis-jenis Adaptasi
a. Adaptasi fisiologi
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian diri makhluk hidup melalui fungsi kerja organ-organ tubuh supaya bisa bertahan hidup. Adaptasi ini berlangsung di dalam tubuh sehingga sulit untuk diamati.
1.      Ikan air laut menghasilkan urine yang lebih pekat dibandingkan dengan ikan sungai. Ikan air laut menghasilkan urine lebih pekat dibandingkan dengan ikan sungai. Hal ini dikarenakan kadar garam air laut lebih tinggi dari pada kadar garam air tawar. Tingginya kadar garam menyebabkan ikan kekurangan air sehingga ikan harus banyak minum. Akibatnya, .kadar garam dalam darahnya menjadi tinggi sehingga untuk mengurangi kepekatan cairan dalam tubuhnya, ikan mengeluarkan urine yang pekat.
2.      Kekebalan serangga terhadap insektisida akan meningkat (menjadi kebal) karena penggunaan insektisida secara terusmenerus.
3.      Hewan-hewan herbivor beradaptasi terhadap makanan secara fisiologis. Sapi, kambing, kerbau, dan domba merupakan hewan herbivor yang dapat mencerna zat makanan di dalam lambung. Rayap dan Teredo navalis yang hidup di kayu galangan kapal dapat mencerna kayu dengan  bantuan enzim selulose.Selain hewan, manusia dan tumbuhan dapat beradaptasi dengan lingkungannya secara fisiologi.
4.      Tubuh manusia mampu menambah jumlah sel darahmerah apabila berada di pegunungan yang lebih tinggi. Hal tersebut dapat mengikat oksigen lebih banyak untuk mencukupi kebutuhan sel-sel tubuh.
5.      Mata manusia dapat menyesuaikan dengan intensitas cahaya yang diterimanya. Ketika di tempat gelap, maka pupil kita akan membuka lebar. Sebaliknya di tempat yang terang, pupil kita akan menyempit. Melebar atau menyempitnya pupil mata adalah upaya untuk mengatur intensitas cahaya.
6.      Jumlah sel darah merah orang yang hidup di daerah pantai lebih sedikit dibandingkan orang yang tinggal di daerah pegunungan. Hal ini disebabkan karena tekanan parsial oksigen di daerah pantai lebih besar dibandingkan daerah pegunungan. Jika tekanan parsial oksigen rendah, maka dibutuhkan lebih banyak sel darah merah untuk mengikat oksigen. Tekanan parsial oksigen adalah perbandingan kadar oksigen di udara dibandingkan dengan kadar gas lain di udara.
7.      Bau yang khas pada bunga dapat mengundang datangnya serangga untuk membantu penyerbukan. Bunga jenis ini menghasilkan madu atau nectar, dan serbuk sarinya mudah melekat. Akar dan daun pada tumbuhan tertentu dapat menghasilkan zat kimia yang berbau khas yang dapat menghambat tumbuhan lain di dekatnya. Contoh di atas termasuk dalam adaptasi fisiologi.
b. Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian diri terhadap lingkungan dengan mengubah tingkah laku supaya dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Contoh;
1.      mimikri; bunglon dapat mengubah warna kulit tubuhnya sesuai tempat ia berada.
2.      pengeluaran cairan tinta ;cui-cumi dan gurita akan mengeluarkan tinta bila dalam keada,an bahaya`
3.      autotomi;kadal seringkali memutuskan ekornya bila di kejar pemangsanya.
Mimikri Bunglon
c.Adaptasi Morfologi
adalah penyesuaian makhluk hidup melalui perubahan bentuk organ tubuh yang berlangsung sangat lama untuk kelangsungan hidupnya. Adaptasi ini sangat mudah dikenali dan mudah diamati karena tampak dari luar.
Meskipun hewan dapat bergerak bebas, hewan juga melakukan beragam adaptasi morfologi untuk menyesuaikan dengan tempat hidup dan jenis makanannya. Adaptasi morfologi berupa penyesuaian tubuh hewan seperti ukuran dan bentuk gigi, penutup tubuh, dan alat gerak hewan. Gigi disesuaikan dengan jenis makanannya, sehingga gigi hewan pemakan daging berbeda dengan hewan pemakan tumbuhan. Penutup tubuh seperti rambut, duri, sisik, dan bulu yang tumbuh dari kulit disesuaikan dengan kondisi lingkungannya sehingga dapat membantu hewan untuk tetap bertahan hidup.
Contoh yang lain adalah;
1. Variasi bentuk paruh burung
2. Variasi kaki burung
Variasi Bentuk Paruh Burung
Variasi Bentuk Kaki Burung
Burung kolibri memiliki paruh panjang dan runcing. Paruh ini digunakan untuk menghisap madu. Serangga juga beradaptasi dengan lingkungan melalui bentuk organ tubuhnya.  Organ tubuh jangkrik dan belalang yang digunakan untuk beradaptasi adalah mulut. Mulut kedua hewan tersebut mempunyai rahang bawah dan atas yang kuat.
Selain hewan, tumbuhan juga beradaptasi dengan lingkungannya melalui bentuk tubuhnya, yaitu:
1) Tumbuhan Xerofit
Tumbuhan xerofit memiliki struktur fisik yang sesuai untuk bertahan hidup pada suhu yang ekstrim panas dan kekurangan air. Contohnya adalah kaktus dan sukulen. Kaktus dapat bertahan hidup dalam kondisi kering.
Bentuk adaptasinya yaitu daun tidak berbentuk lembaran sebagaimana tumbuhan lainnya, tetapi mengalami modifikasi menjadi duri atau sisik. Kaktus mampu menyimpan air pada batangnya. Seluruh permukaannya dilapisi oleh lilin untuk mengurangi penguapan. Sistem perakarannya panjang untuk mencapai tempat yang jauh yang mengandung air.
2) Tumbuhan Hidrofit
Tumbuhan hidrofit adalah tumbuhan yang hidup di air. Adaptasi morfologi yang dilakukan antara lain memiliki rongga udara di antara sel-sel tubuhnya sehingga dapat mengapung. Daunnya lebar dan stomata terletak di permukaan atas. Contoh tumbuhan hidrofit adalah kangkung, eceng gondok, dan teratai.
3) Tumbuhan Higrofit
Tumbuhan higrofit adalah tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab dan basah. Adaptasinya yaitu mempunyai daun yang tipis dan lebar.

B. Seleksi Alam
      Seleksi alam adalah proses pemilihan atau penyeleksian yang di lakukan oleh alam terhadap makhluk hidup, yang mampu beradaptasi akan tetap hidup dan yang tidak mampu beradaptasi akan mati (punah) . Contoh : Dinosaurus, kupu-kupu Biston bitularia, .
      Penyebab punahnya makhluk hidup :
·         Daya regenerasi rendah
·          Bencana alam
·          Kalah bersaing
·         Gangguan manusia   

C. Perkembangbiakan Organisme
Perkembanganbiakan mrupakan salah satu ciri yan di miliki organisme.
1.      tingkat reproduksi
Tingkat reproduksi atau kemampuan berkembang biak pada setiap organisme baik hewan maupun tumbuhan berbeda.
Tingkat reproduksi adalah kemampuan suatu organisme dalam menghasilkan keturunan.Suatu organisme yang memiliki tingkat reproduksi tinggi mampu menghasilkan banyak keturunan dalam waktu singkat`.
Contoh ; golongan seranggah.
Pada organisme yang memiliki tingkat reproduksi rendah jumlah keturunan yang di hasilkan sedikit dan waktu yang di perlukan untuk menghasilkan keturunan relatif lama..contoh organisme yang mempunyai tingkat reoroduksi rendah adalah golongan mamalia.misalnya( gajah badakharimau)
2 Cara Perkembangbiakan Organisme
Pekembangbiakan organisme dapat terjadi dengan dua cara yang sangat berbeda yaitu prkembangbiakan generatif dan vegetatif .perkembanbiakan generatif dan vegetatif biasanya di gunakan untuk menyebut perkembangbiakan tumbuhan.Sedangkan pada hewan di sebut perkembangbiakan seksual(generatif)perkembngbiakan aseksual(vegetatif)
Perkembangbiakan generatif adalah terjadinya individu baru yang di dahului oleh penyatuan dua sel kelamin (gamet)yaitu sel kelamin jantan dan sel kelamin betina.kedua sel kelamin bersatu membentuk satu sel yang di sebut zigot.jadi perkembangbiakan generatif  Melibatkan dua individu sejenis sama spesiesnyayang jenis kelamin berbeda.
Perkembangbiakan secara generatif juga terjadi pada beberapa protista dan beberapa jenis ganggang dengan cara konjugasi.
Konjugasi adalah perkembangbiakan generatif pada organisme yang belum jelas kelaminnya.
Perkembangbiakan vegetatif adalah;terjadnya individu baru tanpa adanya sel kelamin jantan dan sel kelamin btina .perkembangbiakan vegetatif umumnya terjadi pada beberapa monera ,protista,jamur, dan tumbuhan.
Perkembangbiakan vegetatif di lakukan dengan berbagai cara
1.membelah diri misalnya amoeba dan paramecium.
2.membentuk tunas misalnya pada tanaman pisang atau bambu.
3.Membentuk spora misalnya jamur,tumbuhan lumut,dan tumbuhan paku.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar